NEWS

LaLiga dikabarkan sudah menyusun rencana agar laga bisa kembali dihadiri penonton. Hal ini dimulai pada September dengan stadion boleh terisi 30 persen.
Dewan Olahraga Nasional Spanyol telah mengkonfirmasi bahwa LaLiga bakal kembali bergulir 11 Juni mendatang. Laga awal di era 'New Normal' bakal digelar tanpa penonton.

Situasi ini jelas tak menguntungkan untuk klub karena mereka tak mendapat keuntungan dari penjualan tiket. Apalagi, mereka juga sudah diterpa krisis ekonomi akibat kompetisi ditangguhkan selama dua bulan.

Agar hal ini tak terus-terusan terjadi, pihak LaLiga dikabarkan sudah mulai menyusun rencana agar pertandingan bisa dihadiri oleh penonton. Dikutip dari El Pais, pihak LaLiga mulai mempertimbangkan rencana laga boleh dihadiri penonton sebesar 30 persen dari kapasitas stadion pada September 2020.

Rencana ini masih terus dimatangkan. Ini karena klub tentu tak akan mudah menerapkannya. Pasalnya, pemegang tiket musiman mereka bisa saja lebih dari 30 persen kapasitas Stadion.

Hal ini agar pembatasan penonton tersebut bisa dihapuskan pada Januari 2021. Saat itu diperkirakan penyebaran wabah virus Corona sudah mulai bisa dikendalikan.

Persentase kehadiran penonton nantinya diharapkan akan meningkat setiap bulannya. Pada bulan November, penonton yang diperbolehkan hadir 50 persen dari kapasitas stadion.

Meski begitu, belum ada kepastian soal kebijakan ini. Mengingat, pandemi COVID-19 masih sulit untuk diprediksi.

Sebelumnya, LaLiga belum merinci mekanisme penyelesaian musim, termasuk jadwalnya. Tapi dengan musim masih menyisakan 11 pekan dan waktu yang tersedia kurang dari 6 pekan, setiap klub hampir dipastikan main dua kali per minggunya.

Rumor yang beredar, LaLiga akan menggelar pertandingan setiap harinya untuk mengejar jadwal yang ditetapkan. Dengan jadwal sedemikian padat, plus kondisi pemain yang sempat menurun akibat jeda tiga bulan, risiko cedera bisa diperkirakan meningkat signifikan.

Sebagai perbandingan, Bundesliga sudah menyaksikan pemain-pemainnya bertumbangan sejak melanjutkan kompetisi pada 16 Mei lalu. Marca mencatat ada setidaknya 14 pemain yang cedera di pekan pertama sejak Bundesliga kembali berjalan, meski menerapkan aturan baru lima pergantian pemain.

Sementara Peneliti Olahraga asal Australia, Dr Joel Mason, mengungkap fakta bahwa rasio cedera per laga di Liga Jerman naik tiga kali lipat lebih. Kenaikannya tercatat naik dari 0,27 menjadi 0,88 dalam pekan pertama setelah liga dilanjutkan, sebagaimana dilansir Daily Mail.

Pelatih Barcelona Quique Setien memperkirakan hal serupa akan terjadi di LaLiga nanti, terlebih dengan hadirnya musim panas. Jadwal padat setelah kompetisi 'libur' tiga bulan adalah undangan tepat untuk cedera-cedera.

"Akan ada banyak pertandingan dalam waktu singkat. Panasnya cuaca akan punya pengaruh ke performa dan itu akan berpengaruh terhadap cedera-cedera," ungkap Setien dikutip Marca.

"Kami berharap itu tak akan memicu kerusakan sebesar yang diperkirakan orang-orang. Tapi memungkinkan bahwa akan ada banyak cedera seperti di Jerman, karena kami sudah menghabiskan hampir dua bulan duduk di sofa, tidak bermain sepakbola," tandasnya.