NEWS
Striker Persija Jakarta, Marko Simic, ikut berpartisipasi dalam membantu melawan pandemi virus Corona. Ia menyumbangkan uang tunai Rp100 juta untuk membantu memerangi virus Corona di Indonesia, khususnya Jakarta.

Pemain berpapsor Kroasia tersebut merasa hatinya tergerak untuk membantu Jakarta yang tengah tertimpa pandemi virus Corona. Ini merupakan bentuk rasa terima kasihnya kepada Jakarta yang selalu memberinya dukungan besar terhadap karier sepakbolanya.

“Saya memutuskan dengan kerendahan hati memberikan donasi untuk melawan Covid-19 dengan menyumbang uang 100 juta rupiah,” ungkap Simic, mengutip dari laman resmi Persija, Jumat (3/4/2020).

“Hal ini saya lakukan karena Jakarta sangat berjasa bagi saya. Sudah saatnya saya membalas budi apa yang diberikan Jakarta untuk saya,” tambah pemain bernomor punggung 9 ini.

Donasi yang diberikan Simic disalurkan melalui gerakan Satu Hati Melawan Corona yang merupakan kerja sama antara Persija dengan aplikasi kitabisa.com. Simic pun berharap bantuannya bisa memberikan kontribusi besar untuk memerangi Covid-19.

Pada saat ini, Simic masih berada di Jakarta untuk menjalani masa karantina sesuai dengan program pemerintah. Ia memiliki harapan agar virus ini cepat berlalu dan memulai lagi kompetisi Liga 1 2020 yang masih tertunda hingga saat ini.

Simic berharap, bantuan yang ia berikan dapat membantu menutaskan kasus corona di Indonesia. 

Striker bernomor punggung 9 itu juga berharap kompetisi segera dimulai karena sudah rindu berlaga di hadapan The Jakmania. Kompetisi Liga 1 2020 tengah dihentikan sementara oleh PSSI dan PT Liga Indonesia baru.

Awalnya, Liga 1 hanya dihentikan selama dua minggu atau sesuai jadwal jeda kompetisi.

Namun, pekan lalu, PSSI telah memutuskan untuk memperpanjang penangguhan pertandingan hingga 29 Mei 2020. Keputusan itu diambil untuk menyesuaikan pemerintah pusat yang menetapkan Maret hingga Juni merupakan situasi tanggap darurat corona.

Kompetisi baru akan bergulir kembali paling cepat pada 1 Juli 2020, dengan catatan pandemi virus corona telah mereda.  Jika tidak, maka PSSI akan mengambil langkah untuk mengentikan kompetisi musim ini secara permanen